INTERAKSI DENGAN PEER COUNSELING UNIVERSITAS PARAMADINA

LATAR BELAKANG PEER COUNSELING UNIVERSITAS PARAMADINAImage

Program Peer Counseling yang digagas oleh program studi Psikologi merupakan bentuk pengabdian Universitas Paramadina kepada masyarakat yang terlebih dahulu dimulai di lingkungan kampus. Tahun 2010 merupakan tahun pertama program Peer Counseling Universitas Paramadina dilaksanakan. Istilah Peer Counseling dapat diartikan sebagai konseling untuk sesama karena program ini diadakan dari, oleh, dan untuk seluruh civitas akademika Universitas Paramadina baik lintas jurusan maupun angkatan.

Pelaksanaan program Peer Counseling merupakan metode perkuliahan yang bersifat student oriented dan active learning karena program Peer Counseling merupakan salah satu media aplikasi teori Psikologi yang telah dipelajari. Konsep program ini semakin menarik karena tidak dipungut biaya dan rahasia terjamin di tangan para konselor.

Di tahun pertama ini, Peer Counseling Universitas Paramadina telah memiliki 12 orang konselor yang terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswi program studi Psikologi yang tengah menyiapkan diri untuk penyusunan skripsi. Para konselor yang tergabung dalam Peer Counseling merupakan mahasiswa dan mahasiswi pilihan. Hal tersebut karena salah  satu syarat untuk bisa menjadi bagian dari Peer Counseling adalah lulus mata kuliah Psikologi Konseling minimal dengan nilai B+. Sebagai bentuk penghargaan bagi prestasi mereka, maka para konselor yang tergabung dalam Peer Counseling Universitas Paramadina diberikan sertifikat Peer Counseling .

PROSES PEER CONSELING

Kegiatan konseling dimulai dengan perkenalan antara konselor dan klien tentang nama, jenjang pendidikan yang tengah ditempuh atau pekerjaan serta usia. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan kedap suara demi menjaga kerahasiaan klien. Selanjutnya konselor menggali masalah yang dihadapi atau cerita yang mungkin ingin dibagi oleh klien. Proses ini dilaksanakan melalui tanya jawab ringan diantara keduanya.

Persepsi masyarakat yang ada selama ini beranggapan bahwa profesi psikologi bertujuan untuk menyelesaikan masalah orang lain. Inilah yang menjadi tugas bagi konselor di Peer Counseling Universitas Paramadina untuk mengubah pandangan tersebut. Pada dasarnya tujuan profesi psikologi tidak untuk menyelesaikan masalah klien. Akan tetapi, untuk membantu klien agar berinisiatif untuk mulai mencari jalan keluar dari masalahnya agar tidak berlarut-larut.

Di akhir konseling, konselor akan memberikan advice yang membangun, tanpa menggurui, terlebih lagi memaksa. Hal tersebut karena esensi kegiatan konseling  adalah penyadaran klien untuk berusaha menyelesaikan masalahnya agar tidak berlarut-larut.

PENGALAMAN INTERAKSI DENGAN PEER CONSELING

Program Peer Counseling Universitas Paramadina sangat baik karena pada Peer Counseling para mahasiswa maupun mahasiswi program studi Psikologi dihadapkan pada profesi psikologi yang akan mereka jalani nantinya. Selain itu, program ini akan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang ilmu Psikologi, baik secara teori maupun praktek, karena lulusan psikologi diharapkan memiliki kompetensi dalam melaksanakan observasi dan wawancara, salah satunya dalam pelaksanaan konseling.